Kamis

Kembali Ada Cinta Menyelimuti Aku dan Kamu

kembali
kembali
kembali
kembali


ada
ada
ada
ada


cinta
cinta
cinta
cinta


menyelimuti
menyelimuti
menyelimuti
menyelimuti


aku

dan

kamu

(Januari, 2013)

Minggu

Ini Semua Untukmu, Ayu!

Aku pun tak berhasrat
saat semua terjerat.
Hatiku mulai berkarat
saat melepasmu sungguh berat.

Hatiku berjamur
saat melihat sepasang janur.
Janur melengkung saling menegur,
pencari cinta akhirnya gugur.

Wahai cinta
katakan padanya
aku punya rasa
kan kutunjukkan pada dunia.

Di pagi hari
ia mengucapkan janji
janji sehidup semati
yang membuat ku iri.

Hidupku menjadi mati
merana karena cinta ini.
Jati diriku pergi
sebagai seorang lelaki.

Ini kisahku.
Ini kepedihanku.
Ini karenamu.
Ini semua untukmu, Ayu!

(Desember, 2012) 

Selasa

Sang Duta

Sang Duta malam
datang berair garam
mengumpat kapal karam
kepadaku si anak haram.

Sang Duta siang
berceloteh senang
menikam tenang
kepadamu si anak girang.

Sang Duta pagi
mencaci-maki gigi
memakan otak kiri
kepadaku si anak tiri.

Pergilah Sang Duta
sambil mengunyah tawa,
dan meninggalkan sore ini
kepada kami yang menanti.

(Desember, 2012)

Rabu

Secarik Hadiah

Ini satu untukmu,
ada satu untukku.
Kau satu selalu,
Kau satu jiwaku.  

Dulu dan sekarang,
terasa tak hilalng.
Satu tatap pandang,
Tersirat dengan senang.

Bertambah angka
menjadi tonggak dewasa.
Waktu pun berkurang,
ku yakin kau tetap senang.

Jogja-Magelang
sejengkal tanah lapang. 
Ini secarik hadiah
untuk usiamu penuh berkah.

Aku malu bila mata dan mulutku
beradu dendang dan berkalut biru.
Berjabat tangan denganmu,
menambah sedetik inspirasiku.

(Oktober, 2012)

Sabtu

Minta Tisu

Saya boleh minta tisu
untuk mengelupas tangis
di muka patung pahlawan itu.

(November, 2012)

Jumat

Bijak

Bijak untuk sementara
tetapi bijak itu sara.
Si Bijak bukan lagi pamong praja
Si Bijak lagi pengen  jadi pangreh praja.

(Oktober, 2012)

Rabu

Aku Tahu

Aku tahu kenapa aku hanya membisu
saat kau bersama dengannya.
Karena aku adalah hujan di sore hari,
dan engkau adalah mentari berselimuti pelangi.
Setelah  kau mendapatkan pelangi,
aku hanya menjadi satu dengan tanah basah.
Tetapi tetap engkau adalah pelangi dimataku,
dan ijinkan aku tetap menjadi hujan di sore hari.
Dan engaku tetap menjadi warna cinta
dalam pelangi yang kulihat sore hari.  

(Oktober, 2015)